The Resilience of Small Wings: Merayakan Kerapuhan yang Berdaya

—

by

in

“Sering kali, kekuatan tidak lahir dari sesuatu yang kokoh dan tak tergoyahkan. Ia justru tumbuh dari ruang-ruang paling rentan di dalam diri kita—sebuah keadaan yang rapuh, baik secara fisik maupun emosional, namun terus bertahan di tengah badai”.

Menyambut musim panas ini, kami menghadirkan sebuah narasi visual yang jujur dan kontemplatif melalui katalog edisi musim panas terbaru kami, bertajuk “The Resilience of Small Wings”.

​Koleksi ini merupakan sebuah persembahan puitis yang lahir dari kedalaman intuisi emosional, terinspirasi langsung oleh intensitas visual maestro seni rupa kontemporer, Christine Ay Tjoe, dalam lukisannya yang monumental, Small Flies and Other Wings (2007). Melalui goresan garis yang ekspresif dan dualitas warna yang dramatis, lukisan tersebut menangkap esensi dari ketegasan sekaligus kerapuhan dalam kehidupan; sebuah refleksi tentang kebebasan yang indah namun fana, serta gejolak batin yang konstan. Kami menerjemahkan kompleksitas emosi ini ke dalam bentuk mode, mengeksplorasi sebuah konsep emosional yang kami sebut sebagai brittleness—sebuah titik halus di mana kelembutan bertemu dengan daya tahan.

Intisari dari koleksi ini terletak pada kejujuran material yang digunakan. Menggunakan bahan linen pilihan yang berkarakter kuat namun bernapas, kami menerapkan teknik manipulasi kain berupa fraying (kain yang sengaja ditiras). Serabut-serabut halus kain linen yang dibiarkan menjuntai tanpa keliman rapi bukan sekadar elemen dekoratif. Detail fraying ini adalah sebuah metafora, sebuah visualisasi organik dari kerentanan manusia. Seperti sayap-sayap kecil yang tampak ringkih namun mampu membawa terbang melintasi langit musim panas, jalinan benang yang terurai ini merayakan keindahan dari ketidaksempurnaan dan proses yang terus berjalan.

​Dualitas antara kerapuhan dan perlindungan diri ini ditampilkan secara apik melalui potongan pakaian yang maskulin sekaligus kasual. Rompi utility berwarna cokelat tanah tua (dark earthy brown) hadir dengan struktur yang tegas, dilengkapi dengan detail tudung (hoodie) dan tali serut fungsional, merepresentasikan sebuah ‘perisai’ atau proteksi terhadap dunia luar. Di sisi lain, pelindung ini dipadukan dengan celana cargo berwarna kuning kunyit hangat (warm mustard) yang dinamis. Guratan-guratan teknik fraying yang membentuk pola organik di atas permukaan celana cargo memberikan tekstur tiga dimensi yang hidup saat bergerak, menegaskan kesan kebebasan yang mengalir. Sentuhan modern diperkuat dengan aplikasi stoppers oranye yang kontras pada bagian pergelangan kaki, memungkinkan siluet busana ini bertransisi dengan fleksibel.

“The Resilience of Small Wings” dirancang untuk musim panas yang lebih bermakna. Edisi katalog musim panas ini tidak hanya menawarkan kenyamanan berpakaian di bawah cuaca yang hangat melalui pilihan material yang ringan, tetapi juga menawarkan sebuah pernyataan sikap. Ini adalah koleksi untuk mereka yang berani merangkul kerentanan diri, yang melihat kerapuhan bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai bentuk ketahanan yang jujur dan estetis. Selamat menjelajahi keindahan di balik serat yang terurai, dan temukan kekuatan sayap kecil Anda bersama kami di musim ini.

FASHION ED. MEI 2026

  • Model: Prada
  • Designer: Annisa
  • Photographer: Sanomi
  • Makeup Artist: Alviyanti
  • Location: Rooftop MMI Studio

Eksplorasi konten lain dari Majalah MODEL Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Majalah MODEL Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca