Piala Presiden 2026 – Persebaya Surabaya Juara!

—

by

in

,
Persebaya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026 setelah mengandaskan Persib Bandung lewat adu penalti. (Persebaya)

Persebaya Surabaya, kebanggaan “Suroboyo” khususnya supporter Bonek dan Bonita, kembali menghadirkan sang Bajul Ijo untuk membawa pulang gelar juara Piala Presiden 2026. Namun, pertandingan final kali ini digelar di Bali dan tidak menghadirkan atmosfer suporter seperti pertandingan kandang pada umumnya. Keputusan tersebut berkaitan dengan aspek keamanan dan kondusivitas pertandingan.

Pertandingan tersebut juga mengalami pemindahan lokasi dari Surabaya ke Bali. Cukup sedih ya, karena sebagai supporter bola yang sangat ingin melihat kebanggaannya bertanding akhirnya harus melihat melalui layar kaca. Tidak berakhir begitu saja meski supporter Bonek dan Bonita tidak dapat menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion, mereka akhirnya tersenyum gembira karena tetap dapat memeriahkan kemenangan tersebut melalui berbagai tempat nobar mereka masing-masing.

Hal ini membuat masyarakat seluruh Indonesia, selain Surabaya, juga ikut merayakan karena ada kemenangan yang harus diapresiasi. Kemenangan Persebaya juga disambut dengan berbagai perayaan dan euforia dari para pendukungnya.

Persebaya vs Persib

Pertandingan Persebaya vs Persib merupakan salah satu pertandingan yang mempertemukan dua klub besar Indonesia. Keduanya memiliki sejarah panjang dan basis supporter yang kuat. Pertandingan final Piala Presiden 2026 berlangsung sangat ketat. Persebaya dan Persib bermain imbang 1–1 selama 120 menit, sehingga pertandingan harus dilanjutkan melalui drama adu penalti. Di sinilah mental para pemain diuji. Dalam adu penalti, Persebaya akhirnya berhasil menang dengan skor 6–5 atas Persib dan memastikan diri sebagai juara Piala Presiden 2026.

Kemenangan ini sekaligus menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Persebaya Surabaya berhasil memenangkan Piala Presiden. Trofi tersebut menjadi trofi perdana Persebaya di ajang Piala Presiden.

Bagaimana Cara Persebaya Mengalahkan Persib?

Kalau dilihat dari jalannya pertandingan, Persebaya harus menghadapi Persib dalam pertandingan yang sangat ketat sampai 120 menit. Kedua tim sama-sama memiliki kesempatan untuk menyerang dan bertahan. Persebaya harus menjaga konsentrasi karena Persib merupakan tim yang memiliki kualitas dan pengalaman tinggi.

Malik Risaldi saat berduel dengan pemain Persib Bandung pada laga Final Piala Presiden 2026. (Persebaya)

Ketika skor tetap 1–1 hingga akhir waktu tambahan, pertandingan akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Adu penalti bukan hanya masalah kemampuan menendang bola, tetapi juga membutuhkan ketenangan mental, konsentrasi dan keberanian pemain.

Persebaya akhirnya mampu menjaga ketenangan tersebut hingga memenangkan adu penalti dengan skor 6–5.

Pemain Terbaik Persebaya

Sepak bola Indonesia kembali memeriahkan seluruh masyarakat Indonesia dengan pertandingan Persebaya vs Persib di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Kamis, 6 Agustus 2026. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan hiburan dan menjadi bagian dari kemeriahan final Piala Presiden 2026.

Francisco Rivera membawa Trofi Pemain Terbaik dan Piala Presiden 2026. (Persebaya)

Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Gledson Paixao da Silva.

Gledson merupakan gelandang asal Brasil yang baru didatangkan Persebaya untuk menghadapi musim 2026/2027. Ia dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan daya jelajah tinggi, agresif dalam duel dan memiliki kemampuan membaca permainan.

Dalam final Piala Presiden 2026, Gledson menjadi penentu gelar juara Persebaya dalam drama adu penalti. Tendangannya membantu memastikan Bajul Ijo mengangkat trofi di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Selain Gledson, Persebaya juga memiliki sejumlah pemain penting yang membantu perjalanan tim sepanjang turnamen penjaga gawang Ernando Ari menjadi salah satu sosok penting di bawah mistar, sementara lini belakang yang diperkuat pemain seperti Yuran Fernandes dan Risto Mitrevski juga menjadi bagian dari kekuatan Persebaya.

Sudah Membuktikan Kualitasnya

Dalam kompetisi Liga 1/BRI Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya berhasil finis di peringkat ke-4 klasemen akhir dengan 58 poin dari 34 pertandingan, hasil dari 16 kemenangan, 10 hasil imbang dan 8 kekalahan. Persebaya juga mencetak 61 gol dan kebobolan 35 gol.

Jika dilihat dari statistik tersebut, Persebaya memang menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di papan atas bersama klub-klub besar Indonesia. Kini, keberhasilan meraih Piala Presiden 2026 menjadi tambahan kepercayaan diri bagi skuad Bajul Ijo menjelang kompetisi resmi musim 2026/2027.

Bernardo Tavares, Sang Juru Taktik

Pelatih Persebaya bernama Bernardo Tavares, juru taktik berpengalaman asal Portugal.

Pada Piala Presiden 2026, Tavares menjadikan turnamen ini sebagai bagian dari proses membangun dan mematangkan skuad Persebaya sebelum menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Sebelum turnamen dimulai, Tavares memang menyebut Piala Presiden sebagai kesempatan untuk mengukur perkembangan tim, membangun chemistry antarpemain dan menyempurnakan berbagai aspek permainan, Namun ternyata proses tersebut berakhir dengan hasil yang sangat manis.

Bernardo Tavares berhasil membawa Persebaya meraih gelar juara Piala Presiden 2026, sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi Bajul Ijo di turnamen tersebut dengan segala taktik maupun evaluasi, ketenangan mental dan kemampuan pelatih, Bernardo Tavares tentu akan kembali menghadapi tantangan yang lebih besar di kompetisi resmi musim 2026/2027.

Piala Presiden memang merupakan turnamen pramusim, sehingga keberhasilan ini belum otomatis menjamin Persebaya akan menjadi juara liga. Tetapi kemenangan tersebut bisa menjadi modal psikologis dan bahan evaluasi penting bagi Persebaya untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Setelah Juara Piala Presiden, Apakah Persebaya Bisa Juara Liga 1 Lagi?

Nah, ini yang menarik!

Setelah berhasil membawa pulang Piala Presiden 2026, apakah nantinya Persebaya Surabaya juga bisa mendapatkan kembali trofi liga?

Jawabannya tentu belum bisa dipastikan. Piala Presiden merupakan turnamen pramusim, sedangkan kompetisi liga berlangsung jauh lebih panjang dan membutuhkan konsistensi selama satu musim.

Persebaya harus menjaga kondisi fisik pemain, memperkuat chemistry, mempertahankan konsistensi permainan, mengurangi kesalahan dan tentunya mampu menghadapi klub-klub besar lainnya. Apalagi musim sebelumnya Persebaya sudah membuktikan bahwa mereka mampu finis di posisi keempat dengan 58 poin. Jika performa tersebut dapat ditingkatkan dan skuad semakin matang, bukan tidak mungkin Bajul Ijo kembali bersaing di papan atas.

Apakah Piala Presiden 2026 akan menjadi awal perjalanan Persebaya untuk kembali mengangkat trofi liga? Bonek dan Bonita, sudah siap melihat Bajul Ijo bertarung lagi di kompetisi resmi musim 2026/2027?

Kalau Piala Presiden saja berhasil dibawa pulang, sekarang tinggal menunggu apakah Persebaya mampu melanjutkan momentum tersebut hingga kompetisi liga.

Salam satu nyali! Wani! 💚


Eksplorasi konten lain dari Majalah MODEL Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Majalah MODEL Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca